Selasa, 08 Maret 2011

Gajah Penolong


Disebuah pegunungan hidulah seekor gajah yang bernama Palirpo. Palirpo sangat suka menolong mahluk hidup yang sedang kesusahan.
 

Pada suatu ketika ia sedang berjalan jalan di hutan untuk mencari makanan, tiba tiba ia melihat seekor rusa yang ingin di tembak oleh seorang pemburu dan pada saat itu Palirpo
tidak berpikir  panjang lagi, ia langsung menusuk pemburu itu dengan gadingnya, akhirnya
pemburu itu pun meninggal dunia dan rusa pun selamat.
Rusapun langsung mengucapkan terima kasih kepada Palirpo. Setelah ia menolong rusa Palirpopun pulang,
sesampainya dirumah karena ia merasa lelah akhirnya Palirpopun tidur dengan pulas.
                                                                                                                               
Keesokan harinya Palirpo kembali kehutan untuk mencari makanan.Sesampainya di hutan ia melihat sebuah pahon apel yang berbuah lebat sekali, karena palirpo lapar ia langsung memetik beberapa buah apel untuk ia makan nanti. Sesampainya Palirpo di sebuah tempat yang sangat nyaman dan indah ia langsung memakan buah apel yang ia cari tadi, tiba tiba ia mendengar Suara seseorang yang memerlukanpertolongan. Palirpopun cepat-cepat mencari asal suara itu. Ternyata ada anak kecil yang sedang dikejar oleh macan
dan Palirpopun mengunakan belelainya untuk melemparkan sebuah batang kayu kepada macan, untung saja simacan tepat kena kayau yang di lemparkan oleh si Palirpo. Karena si macan terjepit, anak kecil itu pun selamat. Palirpo adalah gajah penolong yang baik dan ramah. karena itu ia menjadi gajah yang di sayangi semua orang.  
         

Senin, 07 Maret 2011

Si Pitung


Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan Si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin. Setelah dewasa Si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya.
Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama Si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.
Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap Si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap Si Pitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah Si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api.
Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru Si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian Si Pitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan Si Pitung.
Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan Si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya Si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan Si Pitung dari gurunya Haji Naipin.
Sumber: jagoan.or.id